Artikel

Ikan Tenggiri

Siapa yang nggak kenal dengan ikan tenggiri? Sepertinya hampir semua orang Indonesia mengenal ikan yang satu ini. Ikan yang sudah menjadi primadonanya Indonesia, terutama karena makanan khas Palembang yaitu pempek. Pertanyaannya, kenapa pempek selalu menggunakan ikan tenggiri? mau tahu alasannya, silahkan simak informasi berikut

Mau beli ikan tenggiri giling atau utuh kualitas terbaik? lihat produk tenggiri giling kami

Peran pengganti yang lebih dikenal

Sebelum ikan tenggiri digunakan sebagai bahan pempek, industri pempek di Palembang menggunakan ikan belida sebagai bahan utamanya. Selain daerah tangkapannya dari sungai Musi, ikan belida juga memiliki tekstur dan rasa yang sangat gurih. Namun sangat disayangkan, karena penangkapan yang berlebihan mengakibatkan populasi ikan belida menurun sangat drastis. Kelangkaan ini mempengaruhi harganya saat ini, berkisar Rp200,000 - Rp300,000 per ekornya!

Mungkin sebagian dari kita belum begitu familiar dengan ikan belida, saat ini ikan belida lebih dikenal sebagai ikan predator hias daripada ikan gurih. Oleh karena itu tidak heran jika kita justru lebih mudah menemukannya di pasar ikan hias daripada pasar ikan segar.

Tingginya harga ikan belida, membuat para pelaku industri pempek akhirnya memilih ikan tenggiri sebagai bahan mentah alternatif. Ikan tenggiri memiliki kulit yang tipis dan tekstur daging yang sangat lembut. Selain itu ikan tenggiri juga memiliki aroma dan rasa yang sangat khas. Ada berbagai jenis ikan tenggiri yang sering digunakan untuk bahan pempek, antara lain, batang, papan dan bunga. Namun untuk jenis batang sering dipilih karena memiliki daging yang tebal dan aroma yang lebih kuat.

 

Cara memilih ikan tenggiri

Ikan tenggiri sangat mudah ditemukan di pasar tradisional maupun suppermarket, namun sebelum membeli ada baiknya kita perhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Pilih ikan tenggiri yang segar. Berikut artikel tentang ciri ikan segar,
  • Pilih tubuh yang gemuk / tebal. Ikan tenggiri jenis batang yang memiliki bobot 2kg keatas, cenderung memiliki daging yang lebih banyak sehingga akan mengurangi tingkat penyusutan.
  • Pedagang ikan tenggiri umumnya memberikan jasa penggilingan, selalu pastikan alat giling yang digunakan bersih dan higienis. Jika memungkinkan carilah pedagang yang memiliki alat giling yang hanya digunakan untuk ikan tenggiri, agar rasa dan aroma asli tenggiri tetap terjaga.

 

Jenis-jenis Ikan Tenggiri

Di Indonesia sebenarnya ada tiga jenis ikan tenggiri yang bisa kita temukan di pasar modern maupun tradisional, tetapi hanya dua yang umumnya digunakan sebagai bahan makanan olahan. Berikut jenis-jenis ikan tenggiri :

  1. Tenggiri banci / Wahoo / Acanthocybium solandri. Ciri fisik tenggiri banci memiliki panjang moncong yang cukup panjang, kurang lebih sama panjang dengan kepalanya. Terdapat 23-27 duri sirip di punggungnya dan memiliki corak vertikal berwarna gelap pada sisi tubuhnya. Ukuran di laut lepas cenderung cukup besar yaitu berkisar 250cm.
  2. Tenggiri papan / Indo–Pacific King Mackerel / Scomberomorus guttatus. Ciri tenggiri papan adalah memiliki corak bulan-bulat berwarna kehitaman 3-4 deret pada bagian sisi badannya. Ukuran di laut lepas tidak terlalu besar, yaitu berkisar 60cm - 80cm.
  3. Tenggiri batang / Narrowbar Spanish Mackerel / Scomberomorus commerson. Ini adalah jenis tenggiri yang paling sering kita temukan dan digunakan sebagai bahan utama makanan olahan. Tenggri batang memiliki postur tubuh yang lebih kekar dengan ciri khas garis vertikal berwarna gelap pada bagian sisi tubuhnya. Ukuran tenggiri batang berkisar 240cm - 245cm.

 

Harga Ikan Tenggiri di Pasar Tradisional Maupun Pasar Modern

Harga ikan tenggiri cenderung fluktuatif karena ikan tenggiri merupakan salah satu jenis ikan musiman. Saat musim panen harga ikan tenggiri di pasar tradisional berkisar Rp60,000 - Rp75,000 per-kg, sedangkan di pasar modern berkisar Rp65,000 - Rp90,000 per-kg. Saat tidak musim biasanya harga akan naik Rp5,000 - Rp10,000 per-kg dari harga normal.

Perbedaan harga ikan tenggiri di pasar tradisional dengan pasar modern terletak pada kualitas dan sistem penanganan ikan. Para pedagang ikan di pasar tradisional umumnya tidak begitu memperhatikan cara penyimpanan ikan yang baik, hanya dipajang dengan suhu ruang. Sedangkan pada pasar modern, biasanya ikan diselimuti dengan lapisan es agar kualitas ikan selalu terjaga sejak pertama kali datang hingga dijual ke konsumen.

 

Cara Mudah Filllet Ikan Tenggiri

Hampir sama dengan ikan belida, ikan tenggiri memiliki kulit yang tipis dan tidak bersisik, sehingga memudahkan kita untuk melakukan pemotongan. Berikut ini cara mudah fillet ikan tenggiri :

  1. Potong kepala ikan dimulai dari sirip dayung (pectoral fin) dan sirip perut (pelvic fin),
  2. Potong bagian perut ikan untuk mengeluarkan organ dalamnya, bilas bagian dalam perut dengan air untuk membuang darah / kotoran
  3. Mulai potong pada bagian punggung segaris dengan tulang dan sirip punggung (dorsal fin) hingga pangkal ekor. Iris sampai ujung pisau menyentuh tulang tengah ikan,
  4. Lanjutkan dengan memotong bagian bawah segaris dengan sirip bawah (anal fin) dari perut hingga ekor. Iris sampai ujung pisau menyentuh tulang tengah ikan,
  5. Kemudian pisahkan daging ikan dari tulang tengah dengan cara memotongnya menggunakan pisau.