Artikel

penyebab harga ikan naik

Ikan dan hasil laut adalah komoditi dengan fluktuasi harga yang cukup tinggi. Bahkan tidak jarang para pengusaha UMKM makanan olahan mengeluhkan tingginya harga bahan baku ikan yang wajib mereka gunakan setiap harinya.

Pada kondisi tertentu harga ikan di daerah tertenti bisa meningkat cukup tajam. Level kenaikannya sendiri dinilai cukup tinggi, berkisar Rp5,000 - Rp10,000 per/kg. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan naik-turunnya harga ikan dan hasil laut ;

 

Peningkatan permintaan pasar ekspor

Bagaimana pasar ekspor bisa mempengaruhi harga ikan di tanah air? Naiknya jumlah permintaan ikan tentunya akan membuat pengusaha mencari tambahan pemasok untuk memenuhi jumlah permintaan. Bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan saling berebut dengan menaikkan harga beli. 

Rentetan ini akan berimbas menjadi langkanya jenis ikan tertentu sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga.

Kejadian ini dialami oleh pedagang ikan di Bangka Belitung pada oktober 2017 lalu

 

Permainan tengkulak

Tengkulak juga menjadi salah satu sosok yang bisa menyebabkan kenaikan harga ikan. Ini pernah dirasakan oleh pedagang ikan di kabupaten Majalengka, dimana tengkulak menahan ikannya agar harga jual menjadi lebih tinggi.

 

Gagal panen

Gagal panen biasanya dirasakan oleh petambak udang. Udang merupakan salah satu hasil perikanan yang cukup rentan mengalami gagal panen. Setidaknya karena 2 faktor yang menjadi penyebab.

Faktor kegagalan pertama adalah musim kemarau dan pancaroba. Petani udang di daerah Rembang menjadi salah satu daerah yang pernah mengalami gagal panen di musim kemarau. Suhu panas di musim kemarau akan meningkatkan kadar garam di tambak, ini menyebabkan terhambatnya pertumbuhan udang khususnya yang berjenis vaname.

Berbeda dengan yang dialami petani Rembang, petani dari kota Pekalongan, Jawa Tengah. Mereka mengalami kerugian hingga puluhan juta karena dilanda musim pancaroba. Air hujan yang tiba-tiba mengguyur selepas musim kemarau, menyebabkan tingkat keasaman air tambak menjadi meningkat drastis. Hal ini menyebabkan udang yang baru setengah usia panen menjadi stres dan banyak yang mati.

Faktor kedua adalah virus. Virus juga menjadi salah satu ancaman petani ikan maupun udang. Virus yang cukup banyak ditemukan adalah virus white spot syndrom.

 

Nelayan libur saat gelombang tinggi

Mungkin ini adalah penyebab yang cukup sering kita dengar di media tv, oniline maupun koran, Setiap tahunnya nelayan merasakan libur panjang karena gelombang tinggi. Liburnya nelayan ini menyebabkan pasokan menjadi tidak menentu sehingga harga menjadi naik.

Bahkan pada beberapa kasus, harga ikan naik hingga dua kali lipat. Kasus ini terjadi di Rembang pada Desember 2017, dimana banyak nelayan Rembang memilih untuk mengikat kapalnya kencang-kencang daripada mengambil resiko untuk melawan gelombang tinggi.