Artikel

Ikan gindara (Lepidocybium flavobrunneumatau dalam bahasa inggris disebut dengan black cod / escolar adalah ikan dari keluarga Gempylidae yang hidup di kedalaman 200m - 885m dari permukaan laut. kita mungkin sudah sering dengar dan mendapatkan informasi tentang manfaat ikan gindara untuk kesehatan. Bahkan tidak sedikit yang mengklaim bahwa ikan ini mampu menyembuhkan penyakit ini dan itu. Dari data myfitnesspal.com ikan cod hitam ini memang memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik

  • Kalori = 186cal
  • Total lemak = 8g
  • Kolesterol = 31mg
  • Protein = 27g

Kalau dibandingkan dengan ikan kakap merah sepertinya tidak jauh berbeda 

  • Kalori = 100cal
  • Total lemak = 1,3g
  • Kolesterol = 37mg
  • Protein = 20,5g

Kalau dilihat dari data tersebut, sepertinya tidak ada bedanya ikan gindara dengan ikan kakap merah, karena ikan kakap juga merupakan ikan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat kita. Namun apakah data kandungan tersebut bisa membuktikan bahwa tidak ada yang salah dengan ikan ini?

 

Jepang Sudah Banned Ikan Gindara Sejak 1977

Apa yang terjadi di Jepang sampai-sampai mencekal ikan ini? Dari artikel yang dipublish di Wikipedia dan New York Times, sejak tahun 1977 pemerintah Jepang resmi melarang peredaran ikan gindara karena dipercaya mengandung racun. Tidak hanya Jepang, ternyata negara dari benua Eropa, yaitu Italia juga telah mem-banned jenis ikan yang sama. Lain halnya dengan Canada, Swedia dan Denmark, walaupun tidak sampai melarang peredarannya negara-negara tersebut sudah memberikan warning terhadap ikan escolar - thekitchn.com.

Amerika Serikat juga menjadi salah satu negara yang menaruh perhatian terhadap masalah ini, tapi akibat dari dikeluarkannya warning justru muncul masalah baru, karena beberapa restoran menyamarkan jenis ikan yang digunakan dengan cara merubah namanya menjadi "white tuna" atau tuna putih. Hal tersebut tentunya dimaksudkan untuk mengelabui pelanggan, agar penjual tetap meraup keuntungan dari ikan gindara.

Mungkin kita bertanya-tanya, kenapa ikan yang kita kenal sumber makanan sehat ini dikatakan berbahaya oleh negara-negara maju? Ternayata ditemukan fakta bahwa ikan gindara memiliki kandungan minyak yang sangat banyak. Minyak yang dimaksud bukanlah minyak ikan yang selama ini terbukti baik untuk tubuh, tetapi minyak yang bersifat wax / lilin. Kandungan wax ini menyebabkan munculnya penyakit diare akut.

 

Tips dari Pemerintah Queensland untuk Mengkonsumsi Ikan Gindara

Dari jurnal singkat yang dirilis oleh Queensland Health Australia dengan judul "Escolar and oilfish health warning", tertulis bahwa 45% - 67% wabah diare berminyak di Australia terjadi setelah mengkonsumsi spesies ikan ini. Meskipun hasil penelitiannya menunjukkan hal yang berbahaya, pemerintah Queensland tidak lupa memberikan petunjuk kepada para penjual dan penikmat ikan gindara :

Penjual

  1. Importir harus meminta spesifikasi dan bukti tertulis lengkap yang menunjukkan nama ilmiah dan spesifikasi ikan tersebut.
  2. pedagang grosir dan distributor harus memeriksa pemasok untuk mengidentifikasi spesies dengan menggunakan nama ilmiah ikan tersebut. Kemudian menginformasikan pembeli tentang nama ilmiah yang benar, dan menempatkan nama ilmiah dan umum yang benar pada label makanan.
  3. pengecer dan penyedia makanan harus memeriksa dan memverifikasi spesies ikan dengan pemasok dan menggunakan nama ikan standar yang tepat (nama umum).

Konsumen

  1. Batasi konsumsi daging ikan gindara hanya kurang dari 200g,
  2. Gunakan metode masak dan penyajian yang dapat memisahkan sebagian besar kandungan lemak dari daging ikan, misalnya dengan cara grill,
  3. Jangan gunakan cairan hasil masak (rebusan, minyak sisa goreng dll) sebagai bahan saus atau sajian lainnya,
  4. Ibu hamil disarankan untuk tidak mengkonsumsi ikan gindara. Baca juga : Ingin Makan Ikan Saat Hamil? Perhatikan 5 Hal Ini
  5. Jika makan ikan gindara untuk pertama kali, makanlah dalam porsi yang sedikit,
  6. Jika pernah mengalami masalah pada pencernaan, jangan konsumsi ikan ini.